3 mins read

Jabar Terapkan KDH 100 Persen Tiap Kamis karena Hemat Anggaran 20 Persen

Bandung - Indonesia. February 18, 2019: Aerial View Of ...Bandung, Jawa Barat (initogel daftar) — Kamis pagi di lingkungan pemerintahan Jawa Barat kini terasa berbeda. Tidak ada hiruk-pikuk parkiran kantor, tidak pula antrean panjang di mesin absensi. Laptop menyala dari rumah masing-masing, rapat berlangsung daring, dan pelayanan tetap berjalan. Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi menerapkan Kebijakan Kerja dari Rumah (KDH) 100 persen setiap hari Kamis, setelah evaluasi menunjukkan penghematan anggaran hingga 20 persen.

Kebijakan ini bukan sekadar perubahan pola kerja. Ia menjadi contoh bagaimana penyesuaian sederhana dapat berdampak besar—bagi keuangan daerah, lingkungan, dan keseimbangan hidup aparatur sipil.

Efisiensi yang Terasa Nyata

Penghematan 20 persen berasal dari berbagai pos operasional: listrik kantor, air, konsumsi, perjalanan dinas harian, hingga penggunaan fasilitas fisik. Dalam skala pemerintah provinsi, efisiensi ini berarti ruang fiskal yang lebih longgar untuk program prioritas.

“Anggaran yang dihemat bisa dialihkan untuk layanan publik,” ujar seorang pejabat perencanaan. “Ini soal memilih cara kerja yang lebih cerdas.”

Efisiensi tersebut menjadi alasan utama KDH 100 persen ditetapkan rutin setiap Kamis—bukan uji coba lagi, melainkan kebijakan berkelanjutan.

Bekerja Tetap Jalan, Cara yang Berbeda

Bagi aparatur sipil, KDH bukan berarti libur. Target kinerja tetap ada, layanan publik tetap diupayakan optimal, dan koordinasi lintas unit dilakukan secara daring. Sistem pelaporan dan pengawasan disesuaikan untuk memastikan akuntabilitas terjaga.

“Awalnya kami ragu,” kata Dewi, seorang pegawai. “Tapi sekarang justru lebih fokus. Waktu perjalanan berkurang, energi lebih terjaga.”

Pemerintah menegaskan bahwa unit pelayanan langsung kepada masyarakat tetap memiliki pengaturan khusus agar kebutuhan publik tidak terganggu.

Dampak pada Lingkungan dan Keseharian

Selain anggaran, dampak lain terasa pada lalu lintas dan kualitas udara. Dengan ribuan pegawai tidak berangkat ke kantor pada hari yang sama, kepadatan jalan berkurang. Emisi turun. Waktu tempuh menyusut.

Bagi keluarga pegawai, Kamis menjadi hari yang lebih manusiawi—tanpa kehilangan produktivitas. Anak-anak melihat orang tuanya bekerja, bukan hanya berangkat pagi pulang malam.

“Kami tetap profesional,” ujar seorang pegawai senior. “Tapi rasanya lebih seimbang.”

Menjaga Disiplin dan Kepercayaan

Kunci keberhasilan KDH 100 persen adalah disiplin. Pemerintah menerapkan indikator kinerja, pemantauan daring, dan evaluasi berkala. Kepercayaan diberikan, namun tetap disertai mekanisme kontrol.

Pengamat kebijakan publik menilai pendekatan ini realistis. “Kerja fleksibel bisa efektif jika tujuan jelas dan ukurannya terdefinisi,” katanya.

Belajar dari Pengalaman

Kebijakan ini lahir dari evaluasi berlapis—belajar dari masa kerja jarak jauh sebelumnya. Hasilnya menunjukkan bahwa produktivitas tidak menurun, bahkan di beberapa unit meningkat. Dengan satu hari penuh KDH, ritme kerja menjadi lebih terprediksi.

“Tidak semua hari cocok untuk KDH,” ujar seorang manajer unit. “Tapi Kamis terbukti pas.”

Anggaran Hemat, Manfaat Meluas

Penghematan 20 persen membuka peluang: peningkatan layanan sosial, perbaikan fasilitas umum, hingga penguatan program prioritas daerah. Dalam konteks fiskal yang menuntut kehati-hatian, setiap rupiah yang dihemat bernilai.

Bagi publik, manfaatnya tidak selalu terlihat langsung. Namun di balik layar, efisiensi ini memperkuat daya tahan anggaran daerah.

Langkah Kecil, Arah Baru

KDH 100 persen setiap Kamis mungkin tampak sebagai kebijakan teknis. Namun ia mencerminkan pergeseran cara pandang—bahwa bekerja efektif tidak selalu identik dengan hadir fisik di kantor.

Di Jawa Barat, Kamis kini menjadi simbol kerja yang adaptif: hemat anggaran, ramah lingkungan, dan tetap bertanggung jawab.

Ketika layar ditutup di sore hari, pekerjaan selesai, dan kota terasa sedikit lebih lengang, satu pelajaran mengemuka: terkadang, perubahan besar berawal dari keputusan sederhana—dan keberanian untuk mencobanya.