3 mins read

Petugas Mulai Bersihkan Sampah di Kawasan Kota Tua Sejak Dini Hari

Petugas mulai bersihkan sampah di Kawasan Kota Tua sejak dini hari

Jakarta (INITOGEL)—Saat sebagian besar warga masih terlelap, Kawasan Kota Tua Jakarta sudah bergerak pelan. Bukan oleh wisatawan, bukan pula oleh pedagang, melainkan oleh petugas kebersihan yang sejak dini hari mulai menyapu sisa-sisa aktivitas malam sebelumnya. Di antara bangunan kolonial yang berdiri anggun dalam cahaya lampu temaram, suara sapu dan roda gerobak menjadi irama pertama pagi.

Pagi yang Dimulai Lebih Awal

Sekitar pukul empat pagi, petugas satu per satu tiba. Jaket kerja dikenakan rapat, topi ditarik menutup telinga, melawan sisa dingin malam. Botol plastik, gelas sekali pakai, bungkus makanan, hingga daun-daun kering yang tertiup angin dikumpulkan dengan telaten.

“Kami mulai sebelum matahari naik supaya kawasan ini sudah bersih saat pengunjung datang,” ujar Suyanto, salah satu petugas yang hampir setiap hari bertugas di Kota Tua.

Bagi mereka, waktu dini hari adalah kesempatan terbaik. Kawasan masih lengang, pekerjaan bisa dilakukan lebih cepat dan aman, tanpa harus berbagi ruang dengan kerumunan.

Sisa Malam, Tanggung Jawab Pagi

Kota Tua memang tak pernah benar-benar sepi. Pada malam hari, kawasan ini menjadi ruang temu—anak muda berkumpul, wisatawan berfoto, musisi jalanan memainkan lagu. Aktivitas itu membawa kehidupan, tetapi juga meninggalkan jejak: sampah yang harus segera ditangani.

Petugas menyusuri sudut demi sudut, dari depan Museum Fatahillah hingga area taman dan bangku-bangku publik. Tidak ada keluhan berlebihan. Hanya kerja berulang yang dijalani dengan kesadaran bahwa kebersihan adalah fondasi kenyamanan bersama.

“Kalau pagi bersih, orang datang juga lebih senang,” kata Suyanto sambil tersenyum.

Kota Tua yang Bersiap Menyambut Hari

Langit perlahan berubah warna. Cahaya biru keabu-abuan menyapu fasad bangunan tua. Burung-burung mulai terdengar, dan aroma kopi dari pedagang yang bersiap membuka lapak ikut menyelinap di udara.

Hasil kerja petugas mulai terlihat. Jalanan bersih, halaman lapang, dan kawasan bersejarah itu kembali menampilkan wajah terbaiknya—siap menyambut wisatawan lokal maupun mancanegara.

Bagi banyak pengunjung, pemandangan Kota Tua yang rapi dan bersih terasa biasa. Namun di baliknya ada kerja sunyi yang jarang disaksikan.

Lebih dari Sekadar Menyapu

Membersihkan sampah bukan hanya soal estetika. Di kawasan bersejarah seperti Kota Tua, kebersihan juga berarti menjaga warisan budaya. Sampah yang menumpuk bisa merusak lingkungan, mengganggu kenyamanan, bahkan mempercepat kerusakan area publik.

Petugas kebersihan memahami itu, meski jarang diucapkan. “Ini tempat sejarah. Kalau kotor, sayang,” ujar seorang petugas lain sambil mengangkat kantong sampah ke gerobak.

Tanggung Jawab Bersama

Pemerintah daerah terus mengimbau pengunjung untuk lebih sadar menjaga kebersihan. Tempat sampah tersedia, petugas rutin berjaga, namun perilaku pengunjung tetap menjadi kunci.

Di sela-sela aktivitasnya, para petugas berharap satu hal sederhana: sampah dibuang pada tempatnya. “Kalau semua bantu sedikit, pekerjaan kami jadi lebih ringan,” kata Suyanto.

Pagi yang Bersih, Kota yang Bernapas

Saat matahari mulai menampakkan diri, Kota Tua tampak tenang—seolah baru terbangun dari tidur panjang. Petugas kebersihan pun satu per satu beristirahat, menepi sejenak setelah memastikan kawasan siap digunakan kembali.

Pagi itu, Kota Tua bersih bukan karena kebetulan, melainkan karena kerja konsisten yang dimulai sejak dini hari. Sebuah pengingat sederhana bahwa kota yang nyaman lahir dari kolaborasi—antara petugas yang bekerja sunyi dan warga yang peduli menjaga.